The Magnificent of My Hometown, Bengkulu PART 1

Saturday, October 06, 2012

Now, I will speak Indonesian language. Why? Because I want to spread the world that I'm so proud for being Indonesian people. Besides that, last Tuesday was the National Batik's Day. Let's reinforcing our nationalism.
Oh fyi, I will use a proper Indonesian language not the slang.

Hari Jumat, 28 September 2012 akhirnya datang juga. Ya, saya akan pulang ke tanah kelahiran saya. Terakhir kali saya datang ke Bengkulu (tanah kelahiran saya), sekitar 4-5 tahun yang lalu bersama kedua orang tua saya saja. Tapi untuk kali ini, saya pulang bersama keluarga besar dari Mama saya. Alasan kami sekeluarga datang ke Bengkulu untuk menghadiri acara pernikahan adik dari Mama saya yang paling terakhir. Keluarga saya hanya datang kesana 3 hari saja. Sedangkan yang lain berbeda-beda. Bersama kedua kakak dari Mama dan juga keponakan dan cucu kami pun berangkat sekitar pukul 06.45 WIB dengan pesawat sampai disana sekitar pukul 07.45 penerbangannya hanya 1 jam saja.. Begitu sampai di Bengkulu rasanya sangat melegakan. Penerbangan yang aman tidak ada masalah.


Saya dan Mama saya tercinta menunggu keberangkatan.. Hihihi. Mama saya sangat menyukai kecamata saya. Bahkan kakak saya juga. :p


Mengjikan kaki di Bandara Soekarno Fatmawati, menghirup udara di Bengkulu. Wow sangat berbeda dan sangat merindukan. Membuat saya ingin berlama-lama di Bengkulu. Setelah mengambil koper langsung naik taksi ke rumah Oma saya di Jalan Suprapto. Melihat keadaan sekitar begitu merindukan dan sudah berbeda seperti yang dulu. Sudah ramai.



Ini rumah Oma saya. Tampak dari depan. Begitu sampai di rumah Oma langsung foto :p Sudah menaruh koper di rumah oma. Langsung cari sarapan.

Oh ya ini hasil karya dari Mama saya. Hahahaha. 

Warung Palembang 


Kiri Bunda Kanan Citengah (kedua kakak mama) Begitulah saya memanggil mereka

Kiri Mas Wega (kakak saya) Kanan Calon Pengantin

Pempek snack sambil menunggu makanan datang.

Langsung menuju Pantai Panjang setelah sarapan. Ini adalah Pantai terpanjang di Indonesia. Saya bangga akan hal itu. Hihihihiih




Setelah bersantai sebentar kami langsung pergi ke kuburan untuk nyekar (Java Language) Mendoakan para almarhum dan almarhumah semua saudara Datuk (Bengkulu Language means: Grandpa) Tapi kami tak lupa untuk berfoto :p

Istirahat sebentar di rumah Oma, langsung berangkat ke Pantai Panjang lagiiii :)



Pernahkah kalian melihat matahari tenggelam dan Bulan mulai muncul di waktu yang sama. Beruntungnya saya. :p





  
.



Di pinggir Pantai Panjang ini banyak sekali ubur-ubur kecil, sampai beberapa kali tersengat. Untungnya tak jahat. Hanya perih dan gatal saja. Begitu ada ubur-ubur langsung di foto dan menrendam kaki yang disengat dengan pasir. Begitu hangat pasirnya.

SW. Kepanjangan dari Salvian Winny. HAHAHAHHAA. Love you Ian :* (We'll talk about this guy later ok?)


Istirahat minum kelapa, bermain pasir, dan tentu saja foto :p. Saya senang sekali dengan foto. Karena foto mengabadikan moment. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Bagi saya foto itulah yang abadi....







You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Follow My Instagram

Snap My Code

Snap My Code
Follow Me on Snapchat